Headline News

header-int

Diskominfo Ikuti Rakor FSVA

Jumat, 27 Sep 2019, 14:58:10 WIB - 24 | WIKEASTUTI, S. Si. Kom
Diskominfo Ikuti Rakor FSVA

Painan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan ikuti rapat koordinasi penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/ Food Security and Vunerability Atlas (FSVA) bertempat di Ruang Rapat, Kamis (26/09) .

Sebagaimana diketahui ketersediaan informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kerawanan pangan dan gizi, karena dapat memberikan arah dan rekomendasi kepada pembuat keputusan dalam penyusunan program, kebijakan, serta pelaksanaan intervensi di tingkat pusat dan daerah.

Penyediaan informasi diamanahkan dalam UU No 18/ 2012 tentang Pangan dan PP No 17/2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya untuk membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi. Informasi tersebut dituangkan dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika saat mengikuti acara dimaksud mengatakan Rapat dipimpin Kepala Dinas Pangan Pessel, dalam sambutannya Alfis Basyir, SH, M. Hum mengatakan ditingkat pusat FSVA sudah menjadi rujukan untuk membangun program kegiatan pada tahun berikutnya.

“FSVA sudah dipergunakan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI dalam menentukan lokasi program Kawasan Madiri Pangan dan program KRPL begitu juga dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia juga sudah mempergunakan FSVA untuk menentukan Program Penanganan Daerah Rawan,dan progrm Scale Up Nutrition (Sun) dari Bappenas, “ Katanya.

Alfis melanjutkan katanya Pemprov Sumbar dalam menentukan program kegiatannya juga sudah mengacu pada FSVA agar visi misi Gubernur Sumatra Barat menjadi tepat sasaran salah satunya program Nagari Mandiri Pangan.

“FSAV mampu menghadirkan nagari-nagari yang mengalami kerawanan pangan dan gizi, selanjutnya diharapkan kepada perangkat daerah terkait agar saling berkolaborasi mengeroyok suatu nagari yang dianggap rawan terhadap pangan,” Ungkapnya.

Riva juga menjelaskan sementara itu Kepala Bidang Distribusi dan Kerawanan Pangan Afriman Julta, S.Pi yang bertindak sebagai ketua panitia dalam laporannya mengatakan pengambilan data dilapangan sudah dilakukan namun harus direkonsiliasi ulang dengan data dari Perangkat Daerah.

“Rapat ini dilaksanakan agar data yang diperoleh dari lapangan memiliki keseragaman dengan data yang berasal dari Perangkat Daerah,” Katanya.

Ia juga mengungkapkan idikator yang harus dipenuhi dalam penyusunan FSVA tahun 2019.

“6 Indikator yang harus dipenuhi dalam penyusunan data FSVA diantaranya Rasio luas baku lahan sawah datanya bersumber dari BPS/ Pusdatin selanjutnya Rasio jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan sumber datanya podes/ BPS, kemudian Rasio penduduk data bersumber dari data terpadu program penanganan fakir miskin, berikutnya data desa yang tidak memiliki penghubung dan rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih serta rasio jumlah penduduk desa, “ Jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Komunikasi dan Informatika. Follow Me : Facebook Youtube