Headline News

header-int

Diskominfo ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas P2TP2A Pessel

Senin, 15 Jul 2019, 19:39:54 WIB - 71 | Titiek Hardayanti, S.H
Diskominfo ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas P2TP2A Pessel

Painan, - Diskominfo ikuti pelatihan Peningkatan Kapasitas untuk pengurus P2TP2A Kabupaten Pesisir Selatan yang diselenggarakan  Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Propinsi Sumatra Barat bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan dengan mengakat tema Perlindungan yang lebih inklusif terhadap persoalan Perempuan dan Anak yang bertempat di Hotel Gizella Pasar Baru Bayang sebagaimana surat undangan bernomor 460/213/DSPPrPA-PS/VI/2019, Rabu (10/07).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik Hardayati, SH yang ditugaskan untuk mengikuti acara tersebut mengatakan bahwa acara yang dilaksanakan tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DSPPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan Zulvian Aprianto,SH

Hardayati menambahkan dalam sambutannya Zulvian Aprianto, SH menyampaikan acara ini diadakan agar pengurus P2TP2A Kabupaten Pesisir Selatan yang telah dibentuk dengan Surat Keputusan Bupati Pesisir Selatan Nomor460/267/Kpts/BPT-PS/2019 tentang Pembentukan Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan, dapat menambah ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Pengurus P2TP2A Propinsi Sumatra Barat serta dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

ditambahkannya sementara itu Dra. Hj. Daslinar yang bertindak sebagai narasumber mengungkapkan bahwa sesuai dengan tema yang diusung pada pelatihan kali ini, diharapkan lembaga P2TP2A mampu menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses berkeadilan untuk semua, dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel dan inklusif untuk semua angkatan

Selain itu ia juga menambahkan bahwa perlindungan yang inklusif terhadap perempuan dan anak dapat diwujudkan dengan keharmonisan hubungan seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga, kenyamanan lingkungan, lingkungan yang agamis, komunikasi yang humanis,keamanan secara fisik dan psikis, partisipatuf, akademis kondusif, ramah secara sosial, berdisiplin, budaya kompetitif dan tidak diskriminatif.

“Semua ini berawal dari rumah kita sendiri,” Katanya.

Dijelaskannya juga bahwa langkah-langkah perlindungan inklusif dapat dilakukan dengan membangun kesadaran bahwa setiap manusia berhak untuk mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama.

“Membangun kesadaran bahwa kekerasan adalah persoalan sosial, bukan permasalahan individu semata tetapi pelanggaran Hukum dan HAM, serta setiap kezaliman yang kita lakukan pasti akan diminta pertanggungjawabannya,” Tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Komunikasi dan Informatika. Follow Me : Facebook Youtube